Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Merencanakan Kehamilan

Jadi lagi merencanakan kehamilan nih? Yup, itu berita bagus kalau setelah menikah Anda mulai berpikir merencanakan kehamilan. Sebagai langkah kehati-hatian, yuk cari tahu obat apa yang harus dihentikan konsumsinya setelah…

Jadi lagi merencanakan kehamilan nih? Yup, itu berita bagus kalau setelah menikah Anda mulai berpikir merencanakan kehamilan. Sebagai langkah kehati-hatian, yuk cari tahu obat apa yang harus dihentikan konsumsinya setelah Anda mencoba untuk bisa hamil.

Menurut John T Queenan, M. D, seorang profesor emeritus of obstetrics and gynecology di Georgetown University School of Medicine, Amerika Serikat, Anda harus menghentikan semua obat yang tidak perlu sebelum mencoba kehamilan. Akan tetapi, tentu saja, itu tidak selalu memungkinkan.

Beberapa yang harus Anda hindari karena dapat membahayakan janin antara lain isotretinoin, yang lebih dikenal dengan Accutane (untuk jerawat), Coumadin (antikoagulan yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah), tetrasiklin (untuk jerawat atau infeksi), asam valproik (untuk epilepsi), Penghambat ACE (untuk hipertensi), obat suntik atau pencegahan seperti Imitrex dan propranolol (untuk migrain), obat antimalaria seperti Plaquenil, atau steroid dosis tinggi seperti kortison dan prednison (untuk lupus). Tetapi pastikan Anda berbicara dengan dokter Anda sebelum Anda berhenti minum obat yang diresepkan.

Banyak obat yang dijual bebas aman dalam jumlah kecil. Tetapi beberapa obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDS), seperti Motrin, Aleve, atau obat apa pun yang mengandung ibuprofen, dapat merusak ovulasi dan membuat lapisan rahim Anda kurang menguntungkan untuk implantasi. Dengan pengecualian Tylenol – yang aman dikonsumsi kapan saja – Anda harus mengonsumsi NSAIDS hanya saat Anda sedang menstruasi jika Anda mencoba untuk hamil.

Saran terbaik adalah untuk memeriksakan diri ke dokter Anda sebelum minum obat apa pun. Banyak obat memiliki alternatif yang lebih aman untuk wanita hamil. Misalnya, jika Anda memerlukan antikoagulan untuk trombosis vena dalam, heparin masih aman dikonsumsu – namun Coumadin jangan dikonsumsi, berbahaya karena melewati plasenta. Atau jika Anda membutuhkan antikonvulsan untuk epilepsi, Dilantin memiliki risiko tetapi jauh lebih aman daripada asam valproik. Diskusikan masalah ini dengan dokter kandungan Anda sebelum memulai kehamilan.

Baby Hampers Cantik yang gak bikin kantong bolong

Cute Box Baby Gift cuma 50Rb

Watch

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *